Follow
Follow

Cara Mendapatkan Gelar Penilai Publik KJPP di Indonesia

Penjelasan bagaimana cara mendapatkan gelar penilai publik (public appraiser) di Indonesia, dan jurusan kuliah apa yang direkomendasikan. (Unsplash/Scott Graham)
Penjelasan bagaimana cara mendapatkan gelar penilai publik (public appraiser) di Indonesia, dan jurusan kuliah apa yang direkomendasikan. (Unsplash/Scott Graham)

Profesi penilai publik memegang peranan strategis dalam dunia bisnis properti dan investasi di Indonesia. Para penilai atau appraiser memiliki tanggung menilai nilai ekonomi dari berbagai aset, mulai properti, mesin, hingga entitas bisnis secara independen dan objektif.

Penilaian dari appraiser menjadi acuan dalam pengambilan keputusan bisnis, transaksi hukum, dan kepentingan perpajakan. Untuk menjalankan profesi ini secara sah, seorang penilai publik harus memiliki izin resmi dari Menteri Keuangan.

Proses untuk meraih gelar penilai publik di Indonesia diatur ketat oleh Kementerian Keuangan dan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), sehingga setiap calon profesional harus melalui tahapan pendidikan, pengalaman, dan sertifikasi yang jelas.

Melansir laman resmi Kemenkeu, Penilai publik atau Public Appraiser adalah profesional yang memiliki kewenangan untuk memberikan jasa penilaian aset secara independen.

Mereka menilai tidak hanya nilai pasar, tetapi juga nilai ekonomi suatu objek dengan memperhatikan potensi, risiko, dan standar penilaian yang berlaku. Penilaian yang mereka lakukan digunakan dalam transaksi jual beli, penggabungan usaha, pengajuan kredit, perpajakan, hingga keperluan hukum lainnya.

Untuk mendukung kinerja penilai publik, perlu ada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). KJPP merupakan badan usaha dengan izin resmi dari Menteri Keuangan yang berfungsi sebagai wadah bagi penilai publik dalam memberikan jasanya.

Setiap penilai publik yang tergabung di KJPP wajib terdaftar di MAPPI, mematuhi standar profesi, dan menjunjung kode etik yang berlaku. KJPP bisa berbentuk persekutuan maupun perseorangan, namun tujuan utamanya tetap sama: menyediakan layanan penilaian profesional dan terpercaya bagi masyarakat serta dunia usaha.

Klasifikasi Penilai Publik di Indonesia

Penilai publik terbagi ke dalam beberapa klasifikasi, di mana setiap klasifikasi memiliki fokus penilaian yang berbeda. Penilaian Properti Sederhana ditujukan untuk menilai rumah tinggal, apartemen, kendaraan, dan mesin individual. Sementara itu, Penilaian Properti mencakup objek yang lebih kompleks seperti properti komersial, industri, pertanian, perkebunan, dan pertambangan.

Di sisi lain, Penilaian Bisnis berfokus pada entitas bisnis, saham, surat berharga, serta instrumen keuangan. Sedangkan Penilaian Personal Properti menilai aset berupa pabrik, mesin, alat berat, dan perangkat telekomunikasi, sehingga setiap klasifikasi mencerminkan spesialisasi yang berbeda sesuai jenis aset yang dinilai.

Pekerjaan Penilai Publik

Seorang penilai publik memiliki tanggung jawab yang jelas dan sangat strategis. Pekerjaan mereka di antaranya:

  1. Melakukan Penilaian Aset

Penilai publik menilai objek berdasarkan analisis mendalam, baik properti maupun bisnis. Setiap penilaian dilakukan dengan mengikuti Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) untuk memastikan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

  1. Menyusun Laporan Penilaian

Laporan penilaian berisi opini profesional mengenai nilai objek. Laporan ini menjadi dasar bagi pengambilan keputusan, seperti transaksi jual beli properti, penggabungan usaha, pengajuan kredit, atau penyelesaian sengketa hukum.

  1. Memberikan Estimasi Nilai Ekonomi

Penilai publik memberikan perkiraan nilai ekonomi yang digunakan dalam transaksi bisnis, perpajakan, dan pengelolaan aset. Estimasi ini bukan sekadar harga pasar, tetapi hasil analisis mendalam yang mempertimbangkan kondisi aset, tren industri, dan risiko terkait.

Setiap penilai publik harus mematuhi standar yang ditetapkan MAPPI dan menjalankan tugas sesuai kode etik, sehingga penilaian yang diberikan memiliki kredibilitas tinggi.

Cara Mendapatkan Gelar Penilai Publik

Ilustrasi penilai publik. (Foto: Pixabay/089photoshootings)
Ilustrasi penilai publik. (Foto: Pixabay/089photoshootings)

Menjadi seorang penilai publik dan bisa melakukan penilaian tidak terjadi secara instan. Ada tahapan-tahapan panjang yang harus dilalui seorang public appraiser.

1. Pendidikan dan Sertifikasi

Langkah pertama adalah memastikan fondasi pendidikan yang kuat. Calon penilai publik wajib memiliki ijazah minimal Sarjana (S1) dari perguruan tinggi terakreditasi.

Setelah itu, mereka harus mengikuti Pendidikan Profesi Penilai yang diselenggarakan oleh MAPPI atau lembaga mitra resmi. Program ini membekali peserta dengan keterampilan menilai properti, aset, dan bisnis sesuai standar profesional.

Setelah menempuh pendidikan profesi, calon penilai wajib mengikuti Ujian Sertifikasi Profesi (USP) yang diselenggarakan MAPPI. Lulus ujian ini menjadi bukti kompetensi profesional dan syarat mutlak sebelum memasuki tahap pengalaman kerja.

2. Pengalaman Kerja

Selain pendidikan, pengalaman praktik sangat krusial. Setiap calon penilai publik harus memiliki pengalaman kerja sesuai klasifikasi izin yang dimohonkan. Misalnya, untuk penilaian properti sederhana atau personal properti, dibutuhkan pengalaman minimal dua tahun, dengan paling sedikit 600 jam kerja penilaian.
Pengalaman ini penting untuk memastikan penilai mampu mengaplikasikan teori dalam praktik nyata dan menghadapi kompleksitas tugas penilaian di lapangan.

Contoh nyata:

seorang calon penilai yang menilai rumah dan apartemen komersial akan belajar menghitung nilai pasar berdasarkan lokasi, kondisi fisik, dan tren pasar properti, sekaligus membuat laporan yang dapat digunakan untuk transaksi jual beli atau pengajuan kredit bank.

3. Pengajuan Izin Penilai Publik

Setelah pendidikan dan pengalaman terpenuhi, calon penilai publik dapat mengajukan izin resmi. Dokumen yang perlu disiapkan antara lain:

Fotokopi KTP atau bukti domisili di Indonesia

Fotokopi ijazah S1 dan sertifikat pendidikan profesi penilai

Kartu anggota MAPPI yang masih berlaku

Surat keterangan pengalaman kerja

Fotokopi NPWP

Pengajuan dilakukan melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, ditujukan kepada Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan. Setelah dokumen diverifikasi, izin resmi Penilai Publik diterbitkan paling lama 20 hari kerja.

4. Bergabung dengan KJPP

Setelah memiliki izin resmi, langkah berikutnya adalah bergabung dengan KJPP. Bergabung dengan KJPP memberikan akses ke proyek penilaian nyata, jaringan profesional yang luas, serta peluang karier yang lebih cepat berkembang.

Di KJPP, penilai publik dapat menekuni berbagai jenis penilaian, mulai properti, aset perusahaan, hingga penilaian kompleks untuk kepentingan hukum dan keuangan.

Contoh studi kasus:

Seorang penilai publik di KJPP diminta menilai sebuah pabrik tekstil yang ingin dijual. Penilai akan menganalisis aset tetap seperti mesin dan gedung, menilai persediaan bahan baku, serta memeriksa laporan keuangan perusahaan. Hasil analisis dituangkan dalam laporan yang digunakan calon pembeli untuk memutuskan harga wajar pembelian.

Jurusan Kuliah yang Relevan untuk Profesi Penilai Publik

Beberapa jurusan kuliah sangat relevan bagi Anda yang bercita-cita menjadi penilai publik. Salah satunya adalah Manajemen dan Penilaian Properti, yang menekankan pada pengelolaan serta penilaian berbagai jenis properti. Contohnya adalah program Sarjana Terapan Manajemen dan Penilaian Properti di Sekolah Vokasi UGM, yang juga menyediakan sertifikasi resmi dari MAPPI untuk mendukung kompetensi profesional lulusannya.

Selain itu, Akuntansi juga menjadi pilihan tepat karena memberikan dasar kuat dalam analisis keuangan serta penilaian aset. Sebagai contoh, program Magister Akuntansi dengan konsentrasi Jasa Penilai di Universitas Brawijaya membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi penilai publik bersertifikat.

Jurusan lain yang relevan adalah Ekonomi Pembangunan, yang mempelajari aspek ekonomi dan pengelolaan aset. Program ini sangat berguna bagi calon penilai publik dalam menilai nilai ekonomi properti maupun bisnis. Salah satu contohnya adalah Magister Ekonomi Pembangunan UGM dengan konsentrasi Manajemen Properti dan Penilaian Bisnis, yang juga menyediakan sertifikasi penilai dari MAPPI untuk mendukung profesionalisme alumninya.

Menjadi seorang penilai publik di Indonesia memerlukan kombinasi pendidikan, pengalaman, dan sertifikasi profesional yang terstruktur. Mulai dari pendidikan S1, mengikuti Pendidikan Profesi Penilai, lulus USP, menimba pengalaman kerja, hingga memperoleh izin resmi dari Kementerian Keuangan.

Semua tahap ini memastikan kualitas dan integritas setiap penilai publik. Lalu dengan bergabung ke KJPP akan menambah kredibilitas dan memperluas peluang karier bagi appraiser.

Melalui proses dan tahapan panjang ini, penilai publik tidak hanya menjadi profesional yang handal, tetapi juga menjadi pilar penting dalam dunia bisnis, properti, dan keuangan Indonesia.
Sehingga mereka memberikan kontribusi nyata dalam memastikan setiap transaksi dan keputusan ekonomi berjalan adil, transparan, dan berdasarkan nilai ekonomi yang objektif.***

Comments
Join the Discussion and Share Your Opinion
Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami
Nilai Tepat, Keputusan Kuat
Punya proyek yang ingin didiskusikan atau sekadar ingin bertanya soal penilaian aset? Isi formulir di bawah, dan saya akan segera menghubungi Anda.
Hubungi Saya