Di dunia bisnis, nilai aset perusahaan tidak selalu sama dengan nilai tercatat di laporan keuangan. Kondisi ini dapat menyebabkan laporan keuangan tidak mencerminkan posisi keuangan sesungguhnya. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan nilai aset tetap sesuai harga pasar agar kondisi keuangan terlihat lebih realistis.
Selain itu, menilai kembali aset menjadi modal juga memiliki dampak penting pada perpajakan. Dengan mengetahui nilai wajar aset, perusahaan dapat menghitung Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 19 secara tepat, sekaligus memanfaatkan depresiasi yang lebih sesuai untuk perencanaan pajak. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan transparansi laporan keuangan, tetapi juga mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Penilaian kembali aset menjadi modal adalah strategi penting bagi perusahaan untuk memperkuat posisi keuangan dan mencerminkan nilai riil aset. Dengan menyesuaikan nilai tercatat aset tetap sesuai nilai pasar saat ini, laporan keuangan menjadi lebih akurat. Selain itu, langkah ini berdampak pada kewajiban perpajakan, terutama PPh Pasal 19.
Pengertian Revaluasi Aset Tetap
Menurut laman djkn.kemenkeu.go.id. Revaluasi aset tetap adalah proses penyesuaian nilai buku aset agar sesuai nilai wajar saat ini. Misalnya, sebuah bangunan kantor yang dibeli beberapa tahun lalu bisa meningkat nilainya karena lokasi strategis. Dengan melakukan revaluasi, perusahaan dapat mencatat aset sesuai harga pasar, sehingga laporan keuangan menjadi lebih transparan.
Di sisi lain, revaluasi juga membantu perencanaan pajak, karena depresiasi yang diperhitungkan setelah revaluasi bisa mengurangi penghasilan kena pajak. Selain itu, investor akan lebih mudah menilai kondisi keuangan perusahaan secara nyata.
Dasar Hukum dan Pajak Revaluasi
Ketentuan revaluasi diatur dalam Pasal 19 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan pajak.go.id. Wajib pajak badan dapat melakukan revaluasi aset tetap jika telah memenuhi kewajiban pajak sampai masa pajak terakhir sebelum penilaian.
Selisih lebih antara nilai pasar dan nilai buku akan dikenai PPh Pasal 19 final sebesar 10%. Penting diingat, revaluasi tidak boleh dilakukan ulang sebelum 5 tahun sejak revaluasi terakhir. Misalnya, jika aset direvaluasi pada 2024, perusahaan baru dapat melakukan revaluasi berikutnya pada 2029.
Prosedur Revaluasi Aset Tetap
Revaluasi harus dilakukan oleh KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) atau penilai bersertifikat. Nilai yang ditetapkan wajib mengacu pada nilai wajar pasar pada saat penilaian.
Selain itu, perusahaan harus menyimpan dokumen lengkap, termasuk:
- Laporan penilaian dari KJPP
- Surat Keputusan Persetujuan revaluasi dari Direktorat Jenderal Pajak
Dokumen ini berguna untuk audit atau pemeriksaan pajak di masa mendatang.
Contoh Perhitungan PPh Pasal 19
Berikut ilustrasi perhitungan PPh Pasal 19:
Data:
- Harga perolehan mesin: Rp400.000.000
- Akumulasi penyusutan: Rp150.000.000
- Nilai buku: Rp250.000.000
- Nilai revaluasi: Rp600.000.000
- Tarif PPh Pasal 19: 10%
Perhitungan:
Selisih revaluasi = Rp600.000.000 – Rp250.000.000 = Rp350.000.000
PPh Pasal 19 terutang = 10% × Rp350.000.000 = Rp35.000.000
Pajak ini bersifat final dan harus dibayar paling lambat 15 hari setelah diterbitkan Surat Keputusan Persetujuan revaluasi.
Penyusutan Pasca Revaluasi
Setelah revaluasi, dasar penyusutan fiskal adalah nilai baru aset. Misalnya, perusahaan merevaluasi mesin menjadi Rp600.000.000, sehingga penyusutan dimulai dari nilai tersebut. Di sisi lain, perusahaan menyesuaikan ulang masa manfaat aset agar perhitungan depresiasi menjadi akurat.
Manfaat Revaluasi Aset Tetap
- Meningkatkan Nilai Perusahaan
Dengan nilai wajar aset tercermin di laporan keuangan, laba bersih dan daya tarik investor meningkat. - Mengoptimalkan Perencanaan Pajak
Depresiasi lebih tinggi dapat mengurangi penghasilan kena pajak. - Mempermudah Transaksi Bisnis
Nilai aset yang akurat memudahkan negosiasi harga saat penjualan, merger, atau akuisisi.
Selain itu, manajemen dapat membuat keputusan investasi lebih realistis karena informasi aset lebih transparan.
Metode Revaluasi Aset Tetap
Ada tiga metode utama:
- Pendekatan Pasar: Menilai aset berdasarkan harga pasar saat ini.
- Pendekatan Biaya: Menghitung biaya penggantian aset yang setara.
- Pendekatan Pendapatan: Menilai aset berdasarkan potensi pendapatan yang dihasilkan.
Pemilihan metode tergantung jenis aset dan tujuan revaluasi. Misalnya, mesin produksi menggunakan pendekatan biaya, sedangkan gedung kantor menggunakan pendekatan pasar.
Aset yang Dapat Direvaluasi
Perusahaan hanya dapat merevaluasi aset tetap berwujud yang digunakan untuk memperoleh penghasilan. Contohnya:
- Tanah
- Bangunan
- Mesin
- Kendaraan operasional
- Peralatan kantor
Selain itu, perusahaan hanya boleh melakukan revaluasi untuk aset yang sama sekali dalam 5 tahun.
Kelebihan dan Kekurangan Revaluasi
Kelebihan:
- Meningkatkan nilai perusahaan di mata investor
- Mengurangi beban pajak melalui depresiasi lebih tinggi
- Mempermudah proses transaksi atau penggabungan
Kekurangan:
- Biaya jasa penilai dan administrasi tinggi
- Proses administratif kompleks, termasuk persetujuan pajak
- Nilai aset bisa berfluktuasi, memengaruhi stabilitas laporan keuangan
Studi Kasus: PT. Krakatau Steel

Pada tahun 2015, PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan revaluasi aset tetap untuk mencerminkan nilai wajar dalam laporan keuangan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai aset, yang memperbaiki posisi keuangan perusahaan dan meningkatkan kepercayaan investor serta pemangku kepentingan.
Dampak Revaluasi Aset Tetap terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan: Studi Kasus PT Krakatau Steel Persero Tbk
Revaluasi aset tetap menjadi strategi penting bagi perusahaan besar untuk memperbarui nilai aset mereka sesuai kondisi pasar. PT Krakatau Steel Persero Tbk (PT KS) melakukan revaluasi aset tetap pada tahun 2015 untuk meningkatkan akurasi laporan keuangan dan memperkuat posisi modal. Penelitian ini bertujuan menilai bagaimana revaluasi aset tetap memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.
Apa itu Revaluasi Aset Tetap?
Revaluasi aset tetap adalah proses penyesuaian nilai tercatat aset agar mencerminkan nilai pasar saat ini. Tujuan utamanya adalah memberikan gambaran keuangan yang realistis. Misalnya, perusahaan dapat mencatat ulang aset yang nilainya meningkat akibat kenaikan harga pasar agar laporan keuangan lebih akurat. Di sisi lain, perusahaan menyesuaikan ekuitas karena mencatat surplus revaluasi dalam penghasilan komprehensif lain.
Selain itu, revaluasi aset tetap dapat memperbaiki rasio keuangan penting seperti debt to asset dan debt to equity, yang menunjukkan kesehatan finansial perusahaan. Dengan kata lain, proses ini tidak hanya menyesuaikan nilai aset, tetapi juga memperkuat struktur modal perusahaan.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada PT KS. Peneliti mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan pihak perusahaan dan data sekunder dari laporan keuangan serta newsletter resmi. Analisis memfokuskan diri pada proses revaluasi aset tetap dan dampaknya terhadap indikator kinerja keuangan.
Proses Revaluasi Aset Tetap di PT Krakatau Steel
Proses revaluasi aset tetap di PT KS meliputi beberapa langkah:
- Identifikasi aset tetap – Perusahaan meninjau aset yang memiliki nilai signifikan dan umur ekonomi panjang.
- Penentuan nilai wajar – Misalnya, menggunakan jasa penilai profesional untuk menilai nilai pasar aset.
- Perusahaan mencatat surplus revaluasi dalam penghasilan komprehensif lain dan menambahkannya ke ekuitas.
- Tim menganalisis rasio keuangan utama untuk menilai pengaruh revaluasi terhadap kondisi keuangan.
Selain itu, proses ini memastikan laporan keuangan PT KS mencerminkan nilai aset dengan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dampak Revaluasi Aset Tetap terhadap Kinerja Keuangan
Hasil penelitian menunjukkan beberapa dampak positif dari revaluasi aset tetap:
- Rasio Debt to Asset membaik, menandakan risiko finansial lebih rendah.
- Rasio Debt to Equity meningkat, memperlihatkan struktur modal lebih sehat.
- Surplus revaluasi dicatat dalam penghasilan komprehensif lain, sehingga menambah ekuitas perusahaan.
- Transparansi laporan keuangan meningkat, sehingga memudahkan investor dan kreditor dalam pengambilan keputusan.
Di sisi lain, revaluasi aset tetap juga memberikan manfaat strategis untuk perencanaan modal jangka panjang.
Revaluasi aset tetap terbukti memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan PT Krakatau Steel Persero Tbk. Proses ini meningkatkan akurasi laporan keuangan, memperkuat struktur modal, dan meningkatkan kepercayaan investor. Selain itu, revaluasi aset tetap juga menjadi alat penting untuk perencanaan keuangan strategis perusahaan.
Dengan penerapan yang tepat, revaluasi aset tetap dapat menjadi kunci untuk meningkatkan nilai perusahaan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Penilaian kembali aset menjadi modal adalah langkah strategis yang meningkatkan transparansi keuangan dan daya tarik perusahaan. Selain memperkuat posisi modal, revaluasi juga membantu perencanaan pajak dan pengambilan keputusan bisnis.
Namun, perusahaan harus memahami prosedur, menghitung PPh Pasal 19, dan mengelola implikasi administrasi agar dapat merasakan manfaat revaluasi secara optimal. Dengan pemahaman yang tepat, revaluasi dapat mendukung pertumbuhan, keberlanjutan, dan stabilitas keuangan perusahaan.***