Anda yang bercita-cita menjadi seorang appraiser atau berkarier di dunia properti dan penilaian aset bisa mempertimbangkan Manajemen dan Penilaian Property UGM. Program ini berada di bawah Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menawarkan jenjang pendidikan Sarjana Terapan (D-IV).
Di sini mahasiswa tidak hanya mempelajari teori ekonomi, tetapi juga praktik nyata dalam menilai dan mengelola aset secara profesional. Program ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan industri.
Setiap mahasiswa dilatih agar mampu menghitung nilai pasar tanah, bangunan, maupun aset bergerak dengan metode yang diakui secara nasional. Selain itu, kurikulum berbasis praktik membuat lulusan siap menghadapi tantangan kerja di sektor publik dan swasta.
Prodi Manajemen dan Penilaian Property UGM berfokus pada pembentukan tenaga ahli yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan pasar properti. Dukungan pengajar bersertifikat serta fasilitas modern menjadi keunggulan utama program ini.
Selain menghasilkan lulusan yang siap kerja, program ini juga membuka peluang karier yang luas. Banyak alumni terserap di lembaga keuangan, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), hingga instansi pemerintah. Dengan reputasi UGM yang kuat dan jaringan profesional yang luas, prodi ini menjadi pilihan ideal bagi calon appraiser masa depan.
Jika Anda ingin berkarier sebagai appraiser profesional, artikel ini menjelaskan secara lengkap tentang program Manajemen dan Penilaian Property UGM, mulai dari prospek kerja, daftar mata kuliah, hingga perkiraan biaya kuliah.
Tentang Prodi Manajemen dan Penilaian Property UGM
Menukil deb.sv.ugm.ac.id, Prodi Manajemen dan Penilaian Property UGM berada di bawah naungan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, tepatnya di Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB). Program ini memiliki jenjang Sarjana Terapan (D-IV) dan menawarkan gelar akademik S.Tr.E. (Sarjana Terapan Ekonomi).
Durasi studi berlangsung selama 8 semester penuh dengan sistem pembelajaran tatap muka yang padat praktik. Fokus utama prodi ini terletak pada tiga bidang keahlian utama, yaitu manajemen properti, penilaian properti, dan studi kelayakan properti.
Struktur kurikulum di Sekolah Vokasi UGM menekankan keseimbangan antara teori dan praktik. Sekitar 60% kegiatan belajar berupa praktik lapangan, sedangkan 40% sisanya berfokus pada teori dan riset akademik. Pendekatan ini memastikan mahasiswa benar-benar menguasai kemampuan yang dibutuhkan industri.
Kompetensi dan Keunggulan Lulusan Manajemen dan Penilaian Property UGM
Mahasiswa yang menempuh pendidikan di program studi ini dibekali keahlian lintas disiplin. Setelah lulus, mereka mampu berperan sebagai Penilai (appraiser) yang menaksir nilai suatu properti menggunakan pendekatan pasar, biaya, dan pendapatan sesuai standar nasional.
Selain itu, lulusan juga siap bekerja sebagai Asisten Manajer Aset yang bertugas mengelola siklus hidup properti dari perencanaan hingga penghapusan aset. Mereka dilatih untuk menganalisis kelayakan investasi, membaca tren pasar, dan memimpin proyek pengembangan properti dengan efisien.
Keunggulan lain dari Manajemen dan Penilaian Property UGM terletak pada dukungan fasilitas dan jejaring profesional. Program studi ini memiliki Laboratorium Properti yang digunakan untuk simulasi penilaian, serta menjalin kerja sama dengan berbagai Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) ternama sebagai tempat magang mahasiswa.
Sebagian dosen juga memiliki sertifikasi dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), organisasi resmi yang menaungi profesi penilai di Indonesia. Hal ini memperkuat jaminan mutu dan relevansi pembelajaran terhadap kebutuhan pasar kerja.
Dengan kurikulum yang berbasis kompetensi dan praktik industri, mahasiswa akan terbiasa menggunakan data aktual dalam perhitungan valuasi aset.
Prospek Karier Lulusan Manajemen dan Penilaian Property UGM
Lulusan Manajemen dan Penilaian Property UGM memiliki peluang kerja yang luas di berbagai sektor. Pemerintah, lembaga keuangan, maupun industri swasta membutuhkan tenaga ahli di bidang ini karena penilaian properti merupakan komponen penting dalam manajemen aset dan investasi.
Beberapa bidang banyak menyerap lulusan prodi ini antara lain:
- Sektor Pemerintah Pusat, seperti Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Kekayaan Negara, dan Kementerian Keuangan.
- Pemerintah Daerah, misalnya di Dinas Pengelolaan Aset Daerah atau Badan Pendapatan Daerah.
- Perusahaan BUMN dan Swasta, seperti bank, lembaga pembiayaan, PT KAI, PLN, Pegadaian, serta perusahaan minyak dan gas.
- Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), tempat para appraiser profesional bernaung dan memberikan layanan valuasi aset untuk berbagai kebutuhan bisnis.
Selain bekerja di instansi, lulusan juga berpeluang menjadi konsultan independen di bidang penilaian properti dan manajemen aset. Dengan pengalaman dan sertifikasi tambahan, karier mereka dapat berkembang menjadi penilai senior, manajer investasi properti, atau analis pasar real estat.
Menariknya, kebutuhan akan profesi penilai terus meningkat setiap tahun. Hal ini terjadi karena banyak lembaga keuangan dan pemerintah membutuhkan laporan valuasi aset yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan investasi atau pembiayaan.
Daftar Mata Kuliah dan Struktur Pembelajaran
Program Manajemen dan Penilaian Property UGM menyusun kurikulum yang membantu mahasiswa memahami teori ekonomi dan menerapkannya langsung dalam situasi nyata. Berikut beberapa mata kuliah utama yang dipelajari melansir dari mep.feb.ugm.ac.id:
- Ekonomika dan Elemen Properti, yang membahas dasar-dasar ekonomi dan struktur nilai properti.
- Elemen Penilaian Properti, yang menekankan pada metode valuasi dengan pendekatan biaya, pendapatan, dan perbandingan pasar.
- Manajemen Aset, fokus pada pengelolaan siklus hidup aset dari perolehan hingga penghapusan.
- Hukum Properti, yang mengulas aspek legal dalam kepemilikan dan transaksi aset.
- Penilaian Properti, sebagai mata kuliah inti yang melatih mahasiswa membuat laporan penilaian sesuai standar profesi.
- Studi Kelayakan Properti, yang mengajarkan analisis potensi investasi dan risiko proyek properti.
Selain itu, mahasiswa juga mengikuti kegiatan magang di dunia industri selama satu semester penuh. Magang ini memberi pengalaman langsung mengenai cara kerja profesional di bidang properti dan penilaian aset. Di sisi lain, tugas akhir berupa proyek valuasi menjadi sarana untuk menguji kemampuan analitis dan praktikal mahasiswa secara menyeluruh.
Akreditasi, Lokasi, dan Estimasi Biaya Pendidikan

Program studi Manajemen dan Penilaian Property UGM saat ini berstatus terakreditasi “Baik” oleh lembaga akreditasi nasional. Meski begitu, UGM terus berupaya meningkatkan mutu akademik dan memperluas kerja sama internasional agar program ini semakin kompetitif di tingkat global.
Kampusnya berlokasi di Gedung Suhardi Sigit, Sekolah Vokasi UGM, Jl. Prof. Dr. Mr. Drs. Notonegoro No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281. Informasi resmi bisa diperoleh melalui email mpp-deb.sv@ugm.ac.id
atau nomor telepon (0274) 513367.
Program ini menerapkan sistem pembayaran kuliah dengan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT). Untuk kategori penuh, biaya mencapai sekitar Rp11.400.000 per semester. Namun, UGM menyediakan berbagai tingkat subsidi, antara lain: Subsidi 25%: Rp 8.550.000 per semester, Subsidi 50%: Rp 5.700.000 per semester, Subsidi 75%: Rp 2.850.000 per semester, dan Subsidi 100%: bebas biaya (Rp 0) bagi penerima bantuan penuh.
Dengan variasi tersebut, mahasiswa dapat menyesuaikan biaya kuliah sesuai kemampuan ekonomi. Di sisi lain, UGM juga membuka peluang beasiswa dari pemerintah maupun mitra industri untuk mendukung mahasiswa berprestasi.
Kenapa Manajemen dan Penilaian Property UGM Pilihan yang Tepat untuk Calon Appraiser?
Ada beberapa alasan mengapa program ini semakin diminati calon mahasiswa. Pertama, prodi ini menawarkan kurikulum praktis yang langsung terhubung dengan dunia kerja. Lembaga keuangan, instansi pemerintah, dan perusahaan besar banyak merekrut lulusan program ini karena keterampilan analitis mereka yang kuat.
Kedua, jejaring profesional UGM memberikan keuntungan besar bagi mahasiswa. Melalui kemitraan dengan KJPP, bank, dan lembaga investasi, mahasiswa mendapatkan akses magang dan peluang kerja yang luas.
Ketiga, lulusan dapat mengambil sertifikasi MAPPI yang memberikan nilai tambah signifikan. Lembaga nasional mengakui sertifikat ini sebagai syarat penting bagi penilai properti profesional di Indonesia.
Selain itu, Yogyakarta sebagai kota pendidikan menawarkan biaya hidup yang lebih terjangkau dibanding kota besar lainnya. Kondisi ini membantu mahasiswa menekan total biaya studi tanpa mengurangi kualitas pendidikan yang mereka peroleh.
Bagi Anda yang tertarik pada dunia properti, investasi, dan valuasi aset, Manajemen dan Penilaian Property UGM bisa menjadi langkah awal yang tepat untuk membangun karier masa depan yang menjanjikan.***