Dalam era keuangan modern, lembaga penilai independen memiliki peran yang sangat strategis. Bagi bank syariah seperti Bank Muamalat, kerja sama dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi untuk menjaga kualitas pembiayaan, agunan, dan transaksi aset secara profesional. KJPP bertindak sebagai pihak independen yang menjamin penilaian dilakukan secara akurat, objektif, dan sesuai regulasi.
Melansir pppk.kemenkeu.go.id, KJPP adalah badan usaha yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk menyediakan jasa penilaian publik. Bentuknya bisa berupa perseorangan, firma, atau persekutuan perdata, dengan kewajiban mengikuti standar profesi serta kode etik penilai Indonesia.
KJPP memiliki beberapa fungsi utama yang menjadikannya mitra strategis bagi institusi keuangan. Pertama, KJPP menilai properti, termasuk tanah, bangunan, dan aset lain yang dijadikan jaminan pembiayaan. Penilaian ini memastikan nilai agunan akurat dan risiko pembiayaan dapat diminimalkan.
Selain itu, KJPP juga melakukan penilaian bisnis atau entitas. Mereka mengukur nilai perusahaan, aset tak berwujud, dan menghitung kerugian ekonomi akibat peristiwa tertentu. Laporan ini membantu bank maupun investor memahami kondisi nyata suatu bisnis sebelum mengambil keputusan.
Di sisi lain, KJPP menyusun laporan penilaian independen yang menjadi dasar keputusan bagi bank, investor, dan regulator. Laporan ini bersifat objektif dan dapat dijadikan bukti sah bila terjadi perselisihan.
Tak kalah penting, KJPP selalu menjamin kepatuhan terhadap Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan kode etik profesi. Dengan kepatuhan ini, setiap penilaian tetap profesional, transparan, dan dapat dipercaya.
Dengan peran-peran tersebut, KJPP menjadi mitra strategis, terutama bagi bank syariah seperti Bank Muamalat yang menekankan kepatuhan hukum, transparansi, dan akurasi nilai agunan.
Mengapa Bank Muamalat Bekerja Sama dengan KJPP
Bank Muamalat, sebagai bank syariah tertua di Indonesia, memiliki portofolio pembiayaan yang cukup besar, baik agunan syariah maupun aset tetap. Kerja sama dengan KJPP berizin membantu bank dalam beberapa hal.
Pertama, bank memastikan keakuratan nilai agunan melalui penilaian KJPP. Nilai yang terlalu tinggi atau rendah bisa menimbulkan risiko pembiayaan. Selain itu, kepatuhan regulasi terjaga karena laporan KJPP mempermudah audit internal, OJK, dan pemenuhan standar governance.
Di sisi lain, keamanan transaksi meningkat. Laporan resmi dari KJPP menjadi bukti sah bila terjadi sengketa atau penghapusan aset. Misalnya, dalam kasus agunan bermasalah, bank memiliki dokumen kuat untuk melindungi haknya.
Selain itu, kerja sama dengan KJPP meningkatkan efisiensi proses. Karena mereka sudah memahami standar industri, survei, analisis, dan pelaporan berjalan lebih cepat dan tepat waktu. Dengan demikian, bank tidak hanya mengurangi risiko, tetapi juga mempercepat pengambilan keputusan strategis.
Selain itu, kerja sama ini juga menunjukkan komitmen Bank Muamalat terhadap good governance dan transparansi, dua nilai penting dalam perbankan syariah.
Daftar KJPP Rekan Bank Mualamat 2025
Berikut sejumlah KJPP yang pernah bekerja sama dengan Bank Mualamat dan bisa dijadikan rekomendasi bagi Anda yang mencari jasa penilai profesional di tahun 2025:
1. KJPP Iskandar dan Rekan
Salah satu KJPP yang menjadi pilihan utama adalah KJPP Iskandar dan Rekan. Menurut kjppidr.co.id, lembaga ini telah berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang penilaian. Mereka memiliki spesialisasi pada properti, penilaian bisnis, serta studi kelayakan proyek. Setiap penilaian dilakukan dengan berpedoman pada Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (SPI), sehingga laporan yang dihasilkan selalu akurat dan dapat dipercaya.
2. KJPP Anas Karim Rivai dan Rekan
KJPP Anas Karim Rivai dan Rekan berbasis di Jakarta dan fokus pada penilaian aset komersial maupun korporasi. Lembaga ini sangat cocok untuk agunan skala menengah hingga besar, karena mereka memiliki pengalaman menangani proyek-proyek properti dan perusahaan dengan kompleksitas tinggi. Detail layanan mereka bisa diakses melalui kjpp-akr.co.id.
3. KJPP Johnny Farel & Rekan
Melansir dari kjpp-jfr.com, KJPP Johnny Farel & Rekan hadir sejak 2019 dan melayani seluruh wilayah Indonesia. Dengan jaringan yang luas, KJPP ini ideal untuk proyek nasional maupun penilaian di wilayah luar Jawa. Laporan penilaian yang disusun mereka selalu sesuai standar dan mendukung kebutuhan klien di berbagai sektor.
Rekomendasi KJPP Terpercaya di 2025

Selain ketiga KJPP di atas, Anda juga mempertimbangkan jasa KJPP Dino Farid dan Rekan, salah satu KJPP berpengaklaman dan terbaik yang resmi berdiri pada 2022 di Jakarta.
Melansir dari kjppdfr.com, lembaga jasa penilai ini berawal dari praktik perorangan KJPP Dino Suharianto yang didirikan pada 2017. Kini, mereka memiliki izin resmi No. 2.19.0164 dari Kementerian Keuangan dan tercatat di OJK, menjadikannya lembaga yang kredibel untuk kegiatan penilaian aset dan keuangan.
KJPP Dino Farid dan Rekan memiliki jaringan cabang yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. Layanan mereka mencakup penilaian aset sesuai Standar Penilaian Indonesia (SPI), studi kelayakan proyek, analisis pasar properti, konsultasi pengembangan aset, agen properti, hingga pengawasan pembiayaan proyek.
Klien mereka terdiri dari BUMN, lembaga pemerintah, hingga perusahaan swasta besar, menunjukkan reputasi dan kapabilitas yang kuat. Kantor pusatnya berlokasi strategis di Rasuna Epicentrum, Generali Tower – Gran Rubina Business Park, Lt. 16E, Jakarta Selatan, memudahkan koordinasi dengan berbagai pihak.
Mengapa Memakai KJPP untuk Penilaian?
Menggunakan jasa Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sangat penting karena beberapa alasan berikut sebagaimana dikutip dari bpnh.go.id:
1. Penilaian yang objektif dan profesional
KJPP menyediakan penilaian yang dilakukan oleh tenaga ahli berlisensi. Sebagai contoh, dalam proses jual‑beli rumah, penilaian melalui KJPP membantu menetapkan harga wajar dan transparan. Dengan demikian, instansi keuangan atau bank dapat mengambil keputusan dengan dasar yang lebih kuat.
2. Kepatuhan terhadap regulasi dan standar industri
KJPP beroperasi berdasarkan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan tunduk pada standar seperti Standar Penilaian Indonesia (SPI) serta kode etik profesi. Pemilihan KJPP berizin membantu institusi keuangan memenuhi persyaratan legal, audit, dan tata kelola yang baik.
3. Mendukung pengambilan keputusan strategis
Selain penilaian aset properti, KJPP juga menyediakan layanan penilaian bisnis, aset tidak berwujud, studi kelayakan, dan lain‑lain. Hal ini membuat lembaga keuangan dapat menggunakan hasil penilaian untuk menentukan strategi pembiayaan, pengembangan aset, atau restrukturisasi.
4. Mengurangi risiko dan meningkatkan kredibilitas
KJPP memiliki penilaian yang akurat dan independen. Hal ini membuat klien seperti bank atau lembaga keuangan dapat mengurangi risiko agunan terlalu tinggi atau rendah. Sementara itu, kredibilitas terhadap auditor, regulator, dan pemangku kepentingan menjadi lebih kuat.
5. Memudahkan proses transaksi dan finansial
Karena KJPP sudah memahami prosedur dan standar yang berlaku, maka proses pembiayaan, pengajuan kredit, atau pengelolaan agunan dapat berjalan lebih efisien baik dari sisi waktu maupun administrasi.***