Industri properti di Indonesia terus tumbuh pesat. Seiring dengan itu, kebutuhan akan tenaga profesional penilai properti juga semakin tinggi.
Profesi ini tak hanya berperan dalam transaksi jual beli, tapi juga penting bagi sektor perbankan, investasi, dan lembaga keuangan lainnya.
Kabar baiknya, kini sudah ada beberapa universitas yang membuka Program Studi (Prodi) Manajemen dan Penilaian Properti.
Banyak yang belum tahu kalau jurusan ini tersedia di beberapa universitas di Indonesia. Setiap kampus memiliki keunggulan dan fokus pembelajaran yang berbeda.
Ada yang menonjol di sisi akademik, ada pula yang kuat dalam praktik industri. Semua menawarkan prospek karier menjanjikan setelah lulus.
Selain itu, lulusan program ini berpeluang besar bekerja di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), lembaga resmi tempat para penilai profesional berkarier. Di sana, mereka membantu bank, perusahaan, hingga pemerintah dalam menentukan nilai aset secara akurat.
Apa Itu Prodi Manajemen dan Penilaian Properti?
Melansir ugm.ac.id, Prodi Manajemen dan Penilaian Properti merupakan jurusan yang menggabungkan ilmu ekonomi, manajemen, dan teknik valuasi.
Mahasiswa di program ini belajar bagaimana cara menilai nilai pasar suatu aset, baik berupa tanah, bangunan, mesin, maupun bisnis. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mempelajari aspek hukum, perpajakan, serta investasi properti.
Tujuannya jelas, agar lulusan mampu menjadi penilai profesional (appraiser) yang memiliki keahlian teknis sekaligus pemahaman bisnis yang kuat.
Program studi ini menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan profesi penilai publik (KJPP). Oleh karena itu, lulusan jurusan ini sangat dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari lembaga keuangan, bank, konsultan properti, hingga instansi pemerintah.
Daftar Universitas dengan Prodi Manajemen dan Penilaian Properti di Indonesia
Bagi yang tertarik untuk menjadi seorang penilai properti profesional, berikut ini daftar universitas yang memiliki prodi manajemen dan penilaian properti di Indonesia:
1. Universitas Diponegoro (UNDIP) – Semarang
Universitas Diponegoro menjadi salah satu pelopor prodi Manajemen dan Penilaian Properti (MPP) di Indonesia. Program ini berada di bawah Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
Mahasiswa akan belajar mengenai valuasi tanah, bangunan, hingga aset industri, serta mempelajari sistem penilaian properti sesuai standar MAPPI (Masyarakat Profesi Penilai Indonesia).
Selain itu, UNDIP juga menjalin kerja sama dengan berbagai KJPP ternama dan instansi pemerintah. Karena itu, prospek kerja lulusannya sangat terbuka lebar.
2. Universitas Gadjah Mada (UGM) – Yogyakarta
UGM memiliki Magister Manajemen Aset dan Penilaian Properti (MMAP) di Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Program ini ditujukan bagi profesional atau lulusan S1 yang ingin mendalami ilmu valuasi aset secara akademis dan praktis.
Lulusan program ini banyak yang bekerja di KJPP, BUMN, maupun lembaga keuangan besar. Selain itu, UGM dikenal memiliki jaringan alumni yang luas, sehingga memudahkan mahasiswa dalam membangun karier di bidang appraisal.
3. Universitas Trisakti – Jakarta
Sebagai universitas swasta ternama, Trisakti membuka program S1 Manajemen Properti dan Penilaian di Fakultas Ekonomi. Program ini menekankan pada kemampuan analisis investasi, valuasi properti, dan manajemen aset.
Trisakti juga sering bekerja sama dengan perusahaan properti dan perbankan. Dengan begitu, mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman nyata melalui magang dan proyek penelitian lapangan.
4. Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta
UTP merupakan salah satu kampus yang secara konsisten membuka program Manajemen Properti dan Penilaian (MPP). Program ini sudah terakreditasi baik dan dikenal aktif bekerja sama dengan MAPPI dan KJPP lokal.
Selain teori, mahasiswa juga diajak untuk melakukan praktik lapangan langsung ke proyek-proyek properti di sekitar Jawa Tengah. Karena itu, lulusan UTP memiliki kemampuan analisis yang kuat dan siap kerja.
5. Universitas Indonesia (UI) – Depok
UI memang belum memiliki jurusan khusus penilaian properti di jenjang S1. Namun, di tingkat Magister Manajemen, terdapat konsentrasi Property Management and Valuation.
Program ini cocok untuk profesional yang sudah bekerja dan ingin memperdalam keahlian di bidang valuasi dan manajemen aset.
Mahasiswa akan diajar langsung oleh praktisi properti dan dosen berpengalaman yang memahami kondisi pasar Indonesia secara mendalam.
6. Institut Teknologi Bandung (ITB)
Melalui Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM ITB), kampus ini menawarkan mata kuliah yang berkaitan dengan property valuation dan manajemen aset.
Kombinasi antara ilmu teknik, bisnis, dan finansial membuat ITB menjadi pilihan tepat bagi calon penilai properti yang ingin berpikir strategis dan analitis.
7. Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) dan Politeknik Negeri Bandung (POLBAN)
Kedua politeknik ini juga membuka program terapan di bidang Manajemen Bisnis Properti dan Penilaian Aset. Fokusnya lebih pada keterampilan praktis, sehingga cocok bagi calon profesional yang ingin cepat terjun ke industri properti atau bergabung dengan KJPP.
Apa Saja yang Diperlajari di Prodi Manajemen dan Penilaian Properti?
Selama menempuh pendidikan di jurusan Manajemen dan Penilaian Properti, mahasiswa akan mempelajari berbagai bidang penting yang berkaitan dengan dunia valuasi dan manajemen aset.
Di awal, mereka dikenalkan pada valuasi tanah dan bangunan untuk memahami cara menentukan nilai pasar suatu properti secara objektif. Setelah itu, mahasiswa mempelajari analisis investasi properti, yakni bagaimana menilai potensi keuntungan dan risiko dari suatu proyek properti.
Tak berhenti di situ, mahasiswa juga diajarkan tentang penilaian aset dan mesin, agar mampu menilai nilai ekonomis peralatan industri dan aset non-properti lainnya. Kemudian, mereka mendalami perpajakan properti, karena aspek pajak sering kali menjadi faktor penting dalam proses jual beli maupun pengelolaan aset.
Selain aspek teknis, mahasiswa juga dibentuk secara etika melalui mata kuliah Etika Profesi Penilai, yang menanamkan nilai integritas dan tanggung jawab profesional dalam setiap pekerjaan penilaian. Di sisi lain, mereka wajib memahami Peraturan dan Standar Penilaian (SPI & IVS), agar setiap hasil penilaian sesuai dengan ketentuan hukum dan standar internasional yang berlaku.
Sebagai pelengkap, mahasiswa juga mempelajari manajemen portofolio aset, di mana mereka belajar mengelola berbagai jenis aset secara strategis untuk meningkatkan nilai dan efisiensi.
Dengan kurikulum yang komprehensif ini, lulusan program studi Manajemen dan Penilaian Properti memiliki kemampuan analisis yang kuat, mampu menilai nilai ekonomi sebuah properti secara menyeluruh, dan siap memberikan rekomendasi bisnis yang akurat serta profesional.
Prospek Karier Lulusan Manajemen dan Penilaian Properti

Setelah menyelesaikan studi di jurusan Manajemen dan Penilaian Properti, para lulusan memiliki peluang karier yang sangat luas di berbagai sektor. Salah satu jalur karier paling populer adalah menjadi penilai properti (appraiser) di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Profesi ini menilai nilai ekonomi berbagai aset seperti tanah, bangunan, mesin, dan bisnis, lalu menggunakan hasil penilaiannya untuk memenuhi kebutuhan perbankan, investasi, maupun laporan keuangan perusahaan.
Selain itu, banyak lulusan yang berkarier sebagai konsultan aset dan properti, membantu klien dalam merencanakan, mengelola, dan meningkatkan nilai portofolio aset mereka.
Peluang lain juga terbuka di sektor keuangan, di mana lulusan bisa bekerja sebagai analis investasi di bank atau lembaga keuangan yang memerlukan keahlian dalam menilai prospek bisnis properti dan risiko investasinya.
Tak sedikit pula yang bergabung dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menangani urusan administrasi dan legalitas aset negara.
Sementara itu, bagi yang tertarik dengan industri real estate, posisi property analyst di perusahaan developer menjadi pilihan menarik untuk mengkaji potensi lokasi, harga pasar, dan strategi investasi.
Di instansi pemerintah, lulusan jurusan ini juga berpeluang bekerja sebagai pegawai yang menangani pengelolaan aset negara, termasuk dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan optimalisasi lahan milik pemerintah.
Menariknya, profesi penilai properti memiliki potensi penghasilan yang sangat kompetitif. Penilai profesional yang telah memiliki sertifikasi dari MAPPI dan bekerja di KJPP bisa memperoleh gaji yang menjanjikan.
Penilai properti pemula biasanya memperoleh gaji antara Rp6–10 juta per bulan, sedangkan penilai senior yang berpengalaman dan menangani proyek besar dapat menghasilkan pendapatan hingga Rp20 juta atau lebih, tergantung pada tanggung jawab serta kompleksitas pekerjaan yang mereka tangani.
Hubungan Erat Prodi Manajemen dan Penilaian Properti dengan KJPP
KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) adalah lembaga resmi yang menaungi para penilai properti di Indonesia. Untuk menjadi penilai publik, seseorang harus memiliki sertifikasi dari MAPPI serta pengalaman di bidang penilaian.
Lulusan Prodi Manajemen dan Penilaian Properti memiliki peluang besar untuk meniti karier di KJPP karena sudah dibekali dasar-dasar penilaian yang kuat. Melalui kerja sama antara kampus dan KJPP, banyak mahasiswa yang bisa magang, menambah pengalaman, hingga direkrut setelah lulus.
Sebagai contoh, KJPP Dino Farid dan Rekan termasuk salah satu yang aktif mendukung pengembangan SDM penilai profesional di Indonesia. KJPP ini sering melakukan kolaborasi dengan harapan melahirkan lebih banyak appraiser muda yang kompeten dan berintegritas.***