Follow
Follow

Pengalaman Kerja di KJPP: Apa Saja Tugas dan Berapa Gajinya

Pengalaman kerja di KJPP mulai tugas utama, kisaran gaji, hingga prospek karier di bidang penilaian aset Indonesia. (Pixabay/StartupStockPhotos)
Pengalaman kerja di KJPP mulai tugas utama, kisaran gaji, hingga prospek karier di bidang penilaian aset Indonesia. (Pixabay/StartupStockPhotos)

Ketika mendengar Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), sebagian orang mungkin langsung membayangkan profesi yang berhubungan dengan valuasi properti. Namun sebenarnya, ruang lingkup kerja di KJPP jauh lebih luas.

Lembaga ini tidak hanya menilai tanah atau bangunan, melainkan juga aset bisnis, keuangan, hingga menjadi saksi ahli dalam kasus hukum. Tak heran, profesi di bidang ini semakin diminati karena perannya yang vital dalam dunia usaha, lembaga keuangan, maupun pemerintahan.

Dilansir dari laman Kemenkeu, KJPP adalah badan usaha yang diakui negara dan mendapatkan izin resmi dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. Eksistensinya diperkuat dengan sejumlah regulasi, antara lain PMK Nomor 101/PMK.01/2014, PMK Nomor 56/PMK.01/2017, serta PMK Nomor 228/PMK.01/2019.

KJPP bisa berbentuk perseorangan, persekutuan perdata, ataupun firma. Jika berbentuk perseorangan, pemilik sekaligus harus berstatus sebagai Penilai Publik. Sementara itu, bila berbentuk firma, setidaknya ada dua penilai publik yang menjadi rekan, di mana salah satunya bertindak sebagai pimpinan.

Ragam Layanan KJPP

1. Penilaian Aset

Jasa penilaian aset merupakan salah satu layanan utama yang ditawarkan KJPP. Objek yang dinilai tidak sebatas pada properti fisik seperti tanah, rumah, ruko, atau gedung perkantoran saja, tetapi juga mencakup mesin produksi, peralatan kerja, bahkan aset biologis seperti perkebunan.

Hasil dari proses valuasi ini kemudian memiliki beragam fungsi, mulai dari kebutuhan transaksi jual beli, penyusunan laporan keuangan perusahaan, penentuan nilai agunan kredit di bank, keperluan lelang, hingga proses pengadaan tanah yang dilakukan oleh pemerintah.

2. Konsultasi dan Studi Kelayakan

Selain menilai aset, KJPP juga memberikan jasa analisis kelayakan investasi, optimalisasi aset melalui studi Highest and Best Use (HBU), serta pendampingan dalam restrukturisasi keuangan. Konsultasi ini sangat penting agar klien tidak salah langkah dalam mengelola sumber daya mereka.

3. Monitoring dan Pengawasan Proyek

Banyak proyek pembangunan yang membutuhkan pengawasan independen. KJPP hadir untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana baik dari sisi teknis maupun finansial, terutama jika terkait pembiayaan oleh lembaga keuangan.

4. Manajemen Aset dan Properti

Tak hanya menilai, KJPP juga bisa membantu mengelola aset klien. Misalnya melakukan inventarisasi, pencatatan aset, pengelolaan properti, hingga merancang pemanfaatan lahan agar lebih produktif.

5. Layanan Khusus

Dalam situasi tertentu, KJPP dapat diminta memberikan fairness opinion untuk transaksi korporasi, bertindak sebagai saksi ahli di pengadilan, atau melakukan evaluasi kesesuaian lahan. Layanan khusus ini menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua profesi.

Fungsi Utama KJPP

Keberadaan KJPP tidak bisa dipandang sebelah mata karena perannya sangat vital dalam berbagai aspek. Lembaga ini hadir untuk memastikan penilaian aset dilakukan secara objektif dan akurat sesuai standar profesi, sehingga hasilnya dapat dipercaya semua pihak.

Dengan adanya valuasi yang jelas, transparansi transaksi pun meningkat baik bagi pembeli, penjual, maupun lembaga keuangan seperti bank yang membutuhkan gambaran pasti mengenai nilai suatu aset.

Dalam praktiknya, KJPP juga sangat membantu dunia perbankan, misalnya saat seseorang mengajukan KPR atau melakukan refinancing. Selain itu, kehadiran mereka kerap menjadi solusi dalam menyelesaikan sengketa terkait nilai aset, baik pada kasus warisan maupun dalam proses pengadaan tanah.

Tak hanya itu, peran KJPP juga meluas hingga mendukung berbagai program pemerintah dan korporasi, seperti merger, akuisisi, maupun penilaian aset perusahaan milik negara.

Di sisi lain, lembaga ini juga berperan dalam pengembangan profesi penilai itu sendiri, antara lain melalui kegiatan riset, penyelenggaraan seminar, hingga program pelatihan yang berkelanjutan.

Tugas Utama Kerja di KJPP

Ilustrasi KJPP (Foto: Pixabay/089photoshootings)
Ilustrasi KJPP (Foto: Pixabay/089photoshootings)

Bekerja di KJPP bukanlah sekadar duduk di balik meja dan mengetik laporan. Seorang profesional di bidang ini terlibat dalam beragam aktivitas dan tugas yang menuntut ketelitian sekaligus mobilitas tinggi. Pekerjaan biasanya dimulai dengan survei lapangan untuk memeriksa langsung kondisi fisik objek yang akan dinilai. Dari situ, penilai melakukan pengukuran, mengambil foto, serta mencatat berbagai detail penting.

Tahap berikutnya adalah pengumpulan data, baik dari pasar maupun laporan keuangan. Informasi seperti harga properti pembanding, catatan keuangan perusahaan, hingga tren industri menjadi bahan utama untuk memperkuat analisis.

Semua data tersebut kemudian diolah menggunakan metode valuasi yang tepat agar hasil penilaian valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Hasil analisis itu akhirnya dituangkan dalam laporan resmi yang berisi metode, asumsi, serta kesimpulan nilai. Laporan inilah yang nantinya digunakan oleh bank, perusahaan swasta, hingga lembaga pemerintah dalam berbagai kepentingan.

Namun tugas penilai tidak berhenti di situ. Mereka juga sering diminta memberikan konsultasi seputar properti, studi kelayakan, maupun transaksi bisnis yang lebih kompleks. Selain itu, ada tanggung jawab penting lain seperti memastikan mutu laporan melalui mekanisme pengendalian kualitas.

Dalam kasus tertentu, penilai publik bahkan bisa dipanggil sebagai saksi ahli untuk menangani sengketa nilai aset. Di sisi administratif, pekerjaan juga mencakup pengelolaan dokumen, perizinan regulasi, pencatatan jam kerja, hingga menjaga komunikasi intensif dengan klien. Dengan begitu, profesi di KJPP sebenarnya mencerminkan kombinasi antara kerja lapangan, analisis mendalam, dan keterampilan manajerial yang menyatu dalam satu peran.

Syarat Bekerja di KJPP

Tidak semua orang bisa langsung bekerja di KJPP. Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi, antara lain:

  • Pendidikan minimal S1 di bidang relevan (ekonomi, akuntansi, teknik sipil, arsitektur, dll.).
  • Mengikuti dan lulus Ujian Sertifikasi Penilai (USP) sesuai klasifikasi penilaian.
  • Memiliki sertifikat etika profesi dari asosiasi penilai, misalnya MAPPI.
  • Terdaftar sebagai anggota asosiasi profesi yang masih aktif.
  • Pengalaman kerja di bidang penilaian, dengan jumlah jam tertentu (misalnya 600 jam untuk properti sederhana, atau 1000 jam untuk properti komersial).
  • Memiliki NPWP dan rekam jejak yang baik (tidak pernah terkena sanksi pencabutan izin).

Untuk posisi staf atau surveyor, biasanya syaratnya lebih fleksibel, misalnya cukup lulusan D3/S1, mampu melakukan survei lapangan, menguasai MS Office, hingga memiliki SIM untuk mobilitas kerja.

Estimasi Gaji di KJPP

Salah satu pertanyaan yang kerap muncul ketika membicarakan profesi di KJPP adalah soal besaran gaji pegawainya. Pada kenyataannya, pendapatan yang diterima tidaklah seragam, melainkan sangat dipengaruhi oleh faktor seperti posisi jabatan, pengalaman kerja, lokasi, hingga reputasi kantor tempat seseorang bekerja.

Bagi pegawai yang baru lulus atau masih berada di level awal dengan pengalaman kurang dari satu tahun, kisaran gaji biasanya berada antara Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta per bulan.

Seiring bertambahnya jam terbang, mereka yang sudah mengantongi pengalaman 3–5 tahun atau berada di level menengah dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp 6 juta sampai Rp 8 juta per bulan.

Untuk posisi yang lebih tinggi, seperti senior atau manajer penilaian, angka gaji bisa melonjak signifikan, berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta atau bahkan lebih.

Sementara itu, pimpinan cabang pada umumnya menerima kompensasi di kisaran Rp 9 juta sampai Rp 12,5 juta per bulan, dengan catatan besarnya sangat dipengaruhi skala serta lokasi kantor cabang yang dipimpin.

Di luar gaji pokok, beberapa kantor KJPP juga memberikan tambahan berupa insentif proyek, tunjangan transportasi, hingga bonus tahunan. Hal ini membuat profesi di bidang penilaian tidak hanya menawarkan pengalaman berharga, tetapi juga peluang pendapatan yang cukup menjanjikan.

Jurnal dan Pengalaman Kerja di KJPP

Bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana gambaran pengalaman kerja di KJPP, banyak mahasiswa menjadikan lembaga ini sebagai tempat magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL). Berikut beberapa contoh jurnal tersebut:

JURNAL 1

JURNAL 2

Bekerja di KJPP bukan hanya tentang menghitung harga sebuah properti. Lebih dari itu, profesi ini menuntut ketelitian, integritas, dan pemahaman mendalam tentang keuangan, hukum, serta pasar. Prospek kariernya cukup menjanjikan, apalagi kebutuhan penilaian aset terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan transaksi bisnis di Indonesia.

Dengan gaji yang kompetitif, peluang karier yang jelas, serta peran penting dalam menjaga transparansi ekonomi, KJPP menjadi salah satu pilihan karier yang patut dipertimbangkan bagi lulusan baru maupun profesional berpengalaman.***

Comments
Join the Discussion and Share Your Opinion
Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami
Nilai Tepat, Keputusan Kuat
Punya proyek yang ingin didiskusikan atau sekadar ingin bertanya soal penilaian aset? Isi formulir di bawah, dan saya akan segera menghubungi Anda.
Hubungi Saya